sebab esok nada-nada itu kan kembali
terdengar walau samar
masih bisa kudengar kicau burung
semesra bisikanmu
masih bisa kuraih derai embun
yang mengilalau dipelupuk matamu
kutahan gelegat rindu
yang bertaluh memacu langkah
untuk segera bertemu
gerap bentang itu meninggi
menggasak sisi pagi
berharap benang kusut masai
dentuman pelangi dari sinar teduh matamu
Label:
Sajak

Previous Article
Responses
0 Respones to "Helatan Pelangi"
Posting Komentar